Sabtu, 20 Juni 2015

Tata Uang Tak Boleh kalahkan Tata Ruang


Tangerang.Com--, Puluhan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Tangerang (SOMAT) mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Tangerang,  Rabu 17/6/2015.

Kedatangan massa itu untuk menuntut agar Kepala BPMPTSP, Akip Syamsuddin mundur dari jabatannya, karena dianggap bertanggungjawab atas keluarnya ijin pembangunan Perumahan Cluster Kosambi Di Desa Beji yang peruntukannya sesuai dengan Perda RT/RW adalah untuk Pertanian.

Unjuk rasa ini adalah bentuk protes dan perlawanan masyarakat terhadap ketidak patuhan pemerintah daerah kepada peraturan yang telah dibuatnya sendiri, ujar Marcel, mewakili temen-temennya.

Terpisah,  Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Percepatan Pembangunan Tangerang, Kamil Herdiana, ST mengatakan, "  Jangan sampai tata uang mengalahkan tata ruang.

Setiap tahun banjir di Kabuupaten Tangerang semakiun parah, dan salah satu penyebab utamanya selaian pendangkalan di tiga sungai, yaitu Sungai Cisadane, Sungai Cimanceri dan Sungai Cirarab juga diakibatkan oleh banyaknya SITU  yang berubah fungsi menjadi pemukiman.  Belum lagi banyaknya bangunan liar yang berdiri disepanjang aliran sungai, tandasnya

Pemerintah Kabupaten Tangerang harus segera mengatasi masalah ini, menertibkan bangunan liar dan meninjau pemberian ijin terhadap para pengembang. pemukiman. ujar aktifis yang tinggal di sepatan timur ini.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang, H Bahruddin ketika dimintai konfirmasi melalui telpon seluler menyampaikan, BPMPTSP itu hanya memproses perijinan, sedangkan masalah teknis adanya adalah di SKPD terkait. Masalah Tata Ruang adanya ya di Dinas Tata Ruang, sedangkan masalah Penertiban Bangunan Liar (Bangli) adanya di Satuan Polisi Pamong Praja (satpol-pp). Demo itu salah alamat, tandasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar